IPB lovers
IPB Badge

cerita inspirasi

Nama: Indah Purnamasari

NRP: I14100028

Lakar: 25

Cerita inspirasi berkenaan dengan diri sendiri

Perilaku seseorang mungkin banyak dipengaruhi oleh lingkungan tempat seseorang bergaul. Terkadang bila lingkungan di sekitarnya tidak baik maka seseorang akan terbawa tidak baik, begitu pula sebaliknya bila lingkungan di sekitarnya baik maka seseorang akan terbawa menjadi baik. Namun, semua itu tergantung pada diri seseorang masing-masing, hal itu  dapat berubah bila seseorang mempunyai pedoman yang kuat dalam hidupnya dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Dan Itulah pengalaman  yang terjadi padaku.

Suatu ketika saat aku duduk di bangku kelas 2 SMA, aku sering melakukan hal yang tidak terpuji dan tidak layak dilakukan oleh seorang pelajar, yaitu “menyontek”. Saat ada Pekerjaan Rumah aku sering hanya menyalin PR teman-temanku bahkan saat ujian pun terkadang aku sering menengok kanan kiri untuk bertanya pada teman mencari jawaban-jawaban ujian. Pernah aku sampai chating dengan teman-teman sekelas saat ujian, bersama membagi-bagi jawaban.  Perilaku tidak terpuji itu seperti biasa untuk kebanyakan orang-orang dilingkungan sekitarku, hingga aku pun menganggapnya itu hal yang wajar. Apalagi hasil menyontek juga nilainya lumayan bagus, jadi aku keterusan untuk melakukan hal tidak terpuji itu.

Terkadang ada rasa ketidakpuasan dengan hasil-hasil yang aku peroleh. Walaupun nilainya cukup baik, tapi aku merasa kurang puas dengan hasil itu.

Dan aku tahu kenapa aku tidak pernah merasa puas dengan hasil yang aku peroleh. Itu karena hasil yang aku peroleh tidah murni hasil pekerjaan aku. Jadi, walaupun nilainya bagus hati kecilku selalu tidak senang dengan hasil itu. Saat itu aku mulai berpikir, bagaimana aku dapat memperoleh kepuasan? Bagaimana dengan kemampuanku yang sebenarnya? Apalagi bila membayangkan UN, bagaimana nasibku nanti?

Akhirnya semenjak kelas 3 SMA aku berusaha untuk jujur saat mengerjakan tugas-tugas maupun saat mengerjakan ujian. Aku mulai belajar dengan sungguh-sungguh. Mengerjakan tugas-tugas dengan karya sendiri dan mengerjakan ujian dengan kemampuan yang ku punya. Aku berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Namun, di saat aku berusaha jujur dan bekerja keras aku justru mendapatkan nilai-nilai yang kurang baik. Mungkin saat itu aku telah putus asa. Hingga aku dinasehati temanku yang berkata seperi ini “yang terpenting bukanlah hasil akhir, tapi proses  saat kita mecapai hasil tersebut”. Kata-kata itulah yang membangkitkan semangatku lagi. Aku jadi paham bahwa nilai sebuah kejujuran itu jauh lebih berharga dari apapun itu.  Aku mulai ikhlas menerima hasilnya karena aku tahu manusia hanya dapat berusaha dan ALLAH-lah yang menentukan hasilnya. Apapun hasilnya, pasti itu merupakan hasil terbaik dari-Nya.

Ternyata benar, kunci dari semuanya adalah kejujuran dan keikhlasan. Karena saat aku jujur dan ikhlas aku mendapakant hasil akhir yang lebih baik di banding yang tidak jujur. Dengan kerja keras, kejujuran, tidak mudah putus asa, dan keikhlasan akhirnya aku mendapatkan hasil yang memuaskan. Satu hal lagi pelajaran yang dapat aku ambil, yaitu bahwa rencana Allah itu selalu indah.

Nama: Indah Purnamasari

NRP: I14100028

Laskar: 25

Cerita inspirasi berkenaan dengan orang lain

Kisah ini merupakan kisah yang di alami oleh salah seorang kawanku.

Seringkali kita mendengar ada dua kalangan di bumi ini, yaitu kalangan orang kaya dan kalangan orang miskin. kalangan orang kaya di anggap sebagai kalangan kuat yang dapat bertindak semaunya, sedangkan kalangan orang miskin di anggap sebagai kalangan lemah yang tertindas. Kalangan orang kaya lebih bebas melakukan apa yang mereka inginkan di banding kalangan orang miskin karena sebagian diantara mereka menganggap bahwa uang adalah kunci segalanya. Pandangan itu tidak salah tapi juga belum tentu benar.

Kawanku yang dari kalangan (maaf) miskin tidak sependapat dengan pandangan itu dalam hal pendidikan. Ia yang berasal dari  keluarga kurang mampu, ibunya seorang pembantu rumah tangga dan ayahnya seorang pedagang asongan yang gajinya mungkin hanya pas-pasan untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak dipungkiri bahwa uang adalah salah satu syarat penting dalam dunia pendidikan. Sebagian orang beranggapan bila tidak punya uang maka tidak perlu untuk bersekolah. Namun, keterbatasan ekonomi bukan masalah berat untuknya saat ia ingin tetap bersekolah.

Ia selalu belajar dengan sungguh-sungguh dan selalu memaksimalkan waktu yang ia punya agar dapat bermanfaat. Akhirnya ia berhasil mendapat beasiswa untuk bersekolah tanpa membayar sepeser pun.

Dengan kegigihan, dengan niatnya, dan dengan semangat menuntut ilmu akhirnya dia dapat bersekolah tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Ia membuktikan bahwa tanpa memiliki uang pun seseorang dapat tetap bersekolah. Kalangan bawah pun patut mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak. Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, mewujudkan impiannya, dan mencapai kesuksesan. Bukan hanya orang yang memiliki uang saja yang dapat memperoleh pendidikan dan mencapai kesuksesan, tapi orang-orang yang tidak memiliki uang juga memperoleh hak yang sama. Asalkan ia bersungguh-sungguh dalam mencapai apa yang ia inginkan, pasti ia dapat mencapainya. Selagi ada kesempatan kita harus  memanfaatkan kesempatan itu untuk memperoleh sesuatu yang kita impikan.

****mumhu

saat ku mulai bertekad

ada yang mengganjal di hati

timbul tanya yang tak terjawab

ada keinginan yang bertentangan

katatakan “jangan” jika itu yang terbaik

larang aku jika itu maumu

aku tak ingin kebebasan tanpa batas

aku tak ingin kepercayaan berlebih

lihat dalam hatiku

telusuri setiap inci sudutnya

rasakan betapa rapuhnya ruangan itu

jagalah itu agar tak mudah goyah

bukan hanya aku,

kaupun harus menjaganya

bukan tanpa kebebasan

bukan tanpa kepercayaan

bukan pula dengan cara berlebihan

layaknya air yang mengalir dengan tenang

bukan dengan tanpa tujuan

namun terus mengalir mencari lautan

lautan kebahagiaan yang tercipta karena engkau